Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah Minang Kabau

Prinsip dasar mengenai wilayah kekuasaan negara | Prinsip Dasar Tentang Pemerintahan di Minangkabau

Sejarah Minangkabau Alam Prinsip dasar mengenai wilayah kekuasaan negara Wilayah negara yang berada di bawah kekuasaan Minangkabau, pada waktu jayanya kira-kira pada abad ke-15 hampir mencakup seluruh wilayah Sumatera Tengah hingga dengan setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Wilayah tersebut jauh lebih luas dibandingkan dengan wilayah pada zaman pemerintahan Dt. Katumanggungan dan Dt. Parpatih Nan Sabatang. Namun secara pasti tidak bisa ditentukan kapan terjadinya peluasan daerah tersebut, karena tidak ada yang bisa menjelaskan secara pasti. Namun dalam fatwa adat disebutkan sebagai berikut : Di mano asa api palito - di baliak pandan nan baduri Di mano asa niniak mamak kito - iyo di lereng Gunuang Merapi Di Sinan langgundi nan baselo - di sinanlah banto nan barayun Di Sinan tambilang mulo diantak-an Basuo aka tigo jurai - Sajurai ka Luhak Tanah Dara Sajurai ka Luhak Agam - Sajurai ka Luhak Limo Puluah Koto. Kalau fatwa adat in...

ASAL-USUL NAMA MINANGKABAU MENURUT PARA AHLI

Pendapat tentang asal-usul nama Minangkabau sangat beragam. Ada yang berasal dari cerita rakyat, yaitu pendapat yang berkembang dari mulut ke mulut. Ada pula asal-usul nama Minangkabau yang tertuang dalam Tambo Alam Minangkabau. Karena masa terus berkembang, dilakukan pula penelitian oleh para ahli. Baik ahli sejarah, Ahli Sosiologi, Antropologi, dan lain-lain. Sehingga dari penelitian ini terungkap pula sejumlah kata yang menjadi asal-usul nama Minangkabau menurut pendapat para ahli tersebut. Sampai sekarang belum dapat dipastikan dengan jelas mana asal-usul nama Minangkabau yang sebenarnya. Namun demikian, dengan semakin meningkatnya kecerdasan manusia, maka pendapat yang lebih banyak dipercayai orang adalah asal-usul nama Minangkabau menurut para ahli ini. Karena pendapat ini telah melewati proses penelitian yang juga dikuatkan bukti-bukti dengan melewati proses kajian ilmiah yang didasarkan pada pendekatan yang bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan rujukan ilmu pengetahuan...

Kerajaan Pertama Di Gunung Merapi

I. Kerajaan Pertama Di Gunung Merapi 1. Maharaja yang Bermahkota Dikatakan pula oleh Tambo, bahwa dalam pelayaran putera-putera Raja Iskandar Zulkarnain tiga bersaudara, dekat pulau Sailan mahkota emas mereka jatuh ke dalam laut. Sekalian orang pandai selam telah diperintahkan untuk mengambilnya. Tetapi tidak berhasil, karena mahkota itu dipalut oleh ular bidai di dasar laut. Ceti Bilang Pandai memanggil seorang pandai mas. Tukang mas itu diperintahkannya untuk membuat sebuah mahkota yang serupa. Setelah mahkota itu selesai dengan pertolongan sebuah alat yang mereka namakan "camin taruih" untuk dapat menirunya dengan sempurna. Setelah selesai tukang yang membuatnya pun dibunuh, agar rahasia tidak terbongkar dan jangan dapat ditiru lagi. Waktu Sri Maharaja Diraja terbangun, mahkota itu diambilnya dan dikenakannya diatas kepalanya. Ketika pangeran yang berdua lagi terbangun bukan main sakit hati mereka melihat mahkota itu sudah dikuasai oleh si bungsu. Ma...

History Minangkabau dan Peninggalan Sejarahnya

Gambar
Jika anda ingin tau tentang History Minangkabau inilah fakta-fakta peninggalan sejarah dari nenek moyang orang minangkabau. Fakta-fakta dan problem Sejarah Pada sebuah tempat yang bernama Sungai Udang kira-kira 23 mil dari Seremban menuju Port Dickson terdapat sebuah makam keramat. Disana didapati juga beberapa batu bersurat seperti tulisan batu bersurat yang terdapat di Batu Sangkar. Orang yang bermakam disana bernama Syekh Ahmad dan berasal dari Minangkabau. Ia meninggal dalam tahun 872 H atau 1467 Masehi. Dan masih menjadi tebakan yang belum terjawab, mengapa kedatangan Syekh itu dahulu kesini dan dari luak mana asalnya. Raja Berasal Minangkabau Dalam naskah pengiriman raja-raja yang delapan orang antaranya dikirimkan ke Rembau, Negeri Sembilan bernama Malenggang Alam. Tetapi bilamana ditinjau sejarah negeri Sembilan raja Minangkabau pertama dikirimkan kesini Raja Mahmud yang kemudian bergelar Raja Malewar. Raja Malewar memegang kekuasaan antara tahun 1773-1...

Asal Muasal "Kata Minangkabau"

Asal Muasal "Kata Minangkabau" Orang-orang Majapahit tidak ketinggalan mencoba kecerdasan dan kecerdikan orang-orang dari Gunung Merapi ini. Pada suatu hari mereka membawa seekor kerbau besar dan panjang tanduknya, kecil sedikit dari gajah. Mereka ingin mengadakan pertandingan adu kerbau. Ajakan mereka itu diterima baik oleh kedua datuk yang tersohor kecerdikannya dimana-mana itu, yaitu Dt. Ketumanggungan dan Dt. Parpatih nan Sabatang. Taruhannya adalah seperti dulu-dulu juga, yakni kapal pendatang dengan segala isinya, dan taruhan datuk yang berdua itu ialah kerajaan mereka sendiri. Waktu tiba saatnya akan mengadu kerbau, setelah kerbau Majapahit dilepaskan di tengah gelanggang, orang banyak riuh bercampur cemas melihat bagaimana besarnya kerbau yang tidak ada tandingannya di Pulau Perca waktu itu. Dalam keadaan yang menegangkan itu, pihak orang-orang negeri itupun mengeluarkan kerbaunya pula. Dan alangkah herannya dan kecutnya hati orang banyak itu melihat m...

Kerajaan Minangkabau Baru

Kerajaan Minangkabau  Baru  Pusat kerajaan kembali lagi ke Pariangan Padang Panjang disebut awal masa kerajaan Minangkabau Baru. Sejak inilah diciptakan dan dikukuhkan aturan adat Minangkabau yang kita amalkan sampai sekarang. Walaupun telah berganti musim adat Minangkabau tetap terpakai disebut; Tidak lakang oleh    panas, tidak lapuk oleh hujan. Siapapun diantara putra-putri Minangkabau yang dengan sengaja melanggar aturan adat itu, akan tersisih hidupnya dalam keluarga sendiri. Tahun 1127, Sultan Sri Maharaja Diraja    menikah dengan puti Indo Jelita, yakni adik kandung dari Datuk Suru Dirajo. Setelah 14 tahun menikah, ternyata belum juga mendapat keturunan. Maka atas    sepakat dewan kerajaan, Sultan Sri Maharaja Diraja menikah lagi dengan Puti Cinto Dunia. Setelah dua tahun menikah dengan Puti Cinto Dunia, tidak ada juga    tanda-tanda kehamilan Puti tsb. Maka Sultan menikah lagi dengan Puti Sedayu. Atas rahmat Tuhan, ...